Muhammad Ali - Kisah Bocah Miskin yang Jadi Tulang Punggung Keluarga di Polewali Mandar
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Kisah bocah berusia 6 tahun bernama Muhammad Ali yang tinggal di Dusun Toerang Batu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengundang simpati luas. Ali secara peraakan sama saja dengan anak-anak lain seusianya. Namun tak banyak yang menyangka, di balik keluguannya Ali adalah tulang punggung keluarga.
Tepatnya sejak ditinggal wafat ayahnya setahun lalu. Sejak saat itu, Ali harus menghidupi ibunya bernama Ammi (55) yang mengalami kebutaan dan tuli, begitu juga kakaknya Jamariah (12), yang mengalami keterbelakangan mental. "Adiknya masih kecil berusia 3 tahun," ucap Kepala Penerangan Korem Pare Mayor Haryo saat dihubungi, Rabu (8/4/2015). Pihak TNI setempat memberikan perhatian pada nasib Ali sehingga tahu banyak informasi soal bocah tersebut.
Saban hari, Ali yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu, membantu ibunya memasak di pagi hari. Kemudian membantu adiknya yang masih kecil untuk memulai aktivitas, begitu juga membantu kakaknya yang memiliki keterbelakangan mental.
Kisah "BOCAH PERKASA" dari Polewali Mandar Urus Dua Kakak dan Ibunya yang Buta Kisah bocah berusia 6 tahun bernama Muhammad Ali yang tinggal di Dusun Toerang Batu, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, mengundang simpati luas. Ali secara peraakan sama saja dengan anak-anak lain seusianya. Namun tak banyak yang menyangka, di balik keluguannya Ali adalah tulang punggung keluarga.Tepatnya sejak ditinggal wafat ayahnya setahun lalu. Sejak saat itu, Ali harus menghidupi ibunya bernama Ammi (55) yang mengalami kebutaan dan tuli, begitu juga kakaknya Jamariah (12), yang mengalami keterbelakangan mental. "Adiknya masih kecil berusia 3 tahun," ucap Kepala Penerangan Korem Pare Mayor Haryo saat dihubungi, Rabu (8/4/2015). Pihak TNI setempat memberikan perhatian pada nasib Ali sehingga tahu banyak informasi soal bocah tersebut.Saban hari, Ali yang masih duduk di bangku Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu, membantu ibunya memasak di pagi hari. Kemudian membantu adiknya yang masih kecil untuk memulai aktivitas, begitu juga membantu kakaknya yang memiliki keterbelakangan mental.Sumber : http://media.bontang.co/2015/08/muhammad-ali-kisah-bocah-miskin-yang.html
"Rumahnya tidak layak huni, Ali juga perlu perlengkapan untuk sekolah dan pakaian," ujar Mayor Haryo.
Cerita kegigihan Ali itu akhirnya terdengar sampai di telinga Komandan Distrik Militer (Dandim) 1402 Polewali Mandar Letkol Inf. Dodi Triwinarno. Menurut Haryo lokasi Ali tinggal berada di wilayah Kodam 1402. Maka atas dasar kepedulian, Dandim menurunkan prajurit dan bantuan ke lokasi.
"Termasuk kepedulian Kodam membantu warga miskin. Rumah yang tidak layak huni dibedah, keperluan PAUD seperti buku-buku, alat tulis termasuk pakaian si Ali dibantu," paparnya.
Haryo menerangkan perbaikan rumah Ali itu sudah dilakukan sejak Senin (6/8) lalu, dan diperkirakan selesai pada hari ini. "Ada sekitar 30 orang (prajurit TNI) di lokasi," ucap Haryo.
6 Makanan Berbahaya Berasal dari Buah Untuk Ibu Hamil Konsumsi Ada buah larangan yang tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil muda. Buah itu telah diteliti secara medis dan benar-benar menimbulkan efek negatif pada janin dan kehamilan. Berikut ini makanan berbahaya bagi ibu hamil yang berasal dari buah-buahan, terutama tidak boleh dikonsumsi pada usia 3 bulan kehamilan : 1. Pepaya muda Pepaya muda tidak boleh dikonsumsi bagi ibu hamil karena mengandung lateks yang berbahaya bagi kandungan dan janin. Lateks pada pepaya muda menyebabkan ibu hamil mengalami kontraksi dini. Kontraksi adalah tanda janin akan keluar dari rahim atau kandungan. Namun manfaat pepaya untuk ibu hamil juga mengandung nutrisi yang melimpah, asal pemilihan buahnya sudah matang. 2. Anggur Anggur memang menyehatkan namun untuk ibu hamil tidak boleh dikonsumsi. Anggur memiliki kandungan alkohol dan juga glukosa yang tinggi. Bagi ibu hamil muda, alkohol bisa menyebabkan rasa panas di dalam perut sehingga resiko janin kegu...
Hobi fotografi kian diminati. Ragam objek buruannya pun makin variatif. Anjing atau kucing kesayangan bisa menjadi objek yang menantang. Sebab, mereka bergerak semaunya, tidak bisa berpose, dan cepat bosan. Penghobi pet photography wajib punya seribu satu trik untuk mendapatkan foto yang bagus. SEJAK lama Fenny Christanto menekuni hobi fotografi. Sambil menjajaki letak keahliannya memotret, Fenny belajar mengambil objek apa saja. ”Nah, karena sahabatku dog handler dan sering diajak nemenin show, objekku termasuk anjing juga,” ungkap Fenny. Memotret anjing ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Objeknya terlalu sering bergerak dan jelas tidak bisa disuruh berpose. Saat Fenny baru belajar, dari puluhan bidikan candid, foto bagus yang didapatkan hanya bisa dihitung dengan jari. Namun, itulah yang membuat dia makin tertantang. ”Jauh lebih susah memang memotret anjing. Ia kan nggak ngerti kalau disuruh pose untuk foto. Ya kita yang mesti ngikuti ia. Gimana caranya kita narik attention (pe...
Kegelisahan pemilik kendaraan bermotor terkait belum adanya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) alias pelat nomor bisa terobati. Di bulan Desember 2015 lalu, 3.500 pelat nomor sudah selesai cetak. Sedangkan akhir Desember, pelat nomor yang tersedia sebanyak 1.718 pasang. Mega Asri, Bontang Proses pembuatan pelat nomor di Samsat Bontang sangat singkat. Hanya butuh waktu sekira 15 menit saja untuk mencetaknya. Bahkan, kalau cuaca panas bisa lebih cepat lagi, yakni sekira 10 menit sampai catnya kering. Sebelumnya, keterlambatan pencetakan pelat nomor terjadi karena proses lelang di pusat. Sehingga, para anggota dewan sempat mengeluhkan kondisi itu. Kapolres AKBP Hendra Kurniawan, melalui Kasubag Humas Iptu Kalvin mengatakan, material TNKB kedua datang pada pertengahan Desember 2015. “Hanya sebagian belum dicetak, dan masih sebagai bahan dasar nomor polisi,” jelasnya, Jumat (22/1) kemarin. Dia menjelaskan, stok pelat nomor yang tiba pertengahan Desember itu, untuk pembuatan nomor polisi ...
Komentar
Posting Komentar